Lebaran Idul Fitri 2013 di Subang, Jawa Barat

Saya beserta Istri dan Al-Kahf (Al-Fath malah foto sendiri di depan)
Saya beserta Istri dan Al-Kahf (Al-Fath malah foto sendiri di depan)
Al-Fath dengan Mata Belo'nya
Al-Fath dengan Mata Belo’nya

Mungkin ada yang mikir, kok pakai penanggalan masehi, 2013, bukannya hijriyah? Soalnya saya ga hafal jhe, ini Hijriyahnya yg keberapa .. :p

Setelah tahun 2012 lalu kami berlebaran di Denpasar, Bali, maka tahun ini giliran lebaran di tempat mertua, di Subang, Jawa Barat. Dua tahun lalu, saya mengendarai sendiri mobil pribadi kami, Vantrend 95… Hm, perjalanan mudik lancar car car, tapi sayangnya saat pulang ada banyak insiden (gombong, kutoarjo, purworejo dan terakhir wates, yang berkenaan dengan rem kopling dan aki). Walhasil kami sampai terpaksa nginep di masjid di daerah Wates. Alhamdulillah ada bapak yang baiik sekali dan membantu kami sampai tuntas semua permasalahannya. Tapi, dengan kejadian ini, saya sama sekali enggak mau ambil resiko macet di perjalanan. Diantaranya karena saya masih harus tetap kerja meski saat mudik, dan adanya kejadian tersebut akan menggagalkan timing kerja yang sudah diatur. Aduh, enggak banget deh.

Akhirnya saya mudik dengan persiapan matang u/ bekerja dari sana : mengganti modem ke yang baru (yg lama daya tangkap sinyal 3G-nya jelek sekali), membawa laptop yang biasanya dipakai anak2 main game (Acer Aspire Zxxxx) dan meminta special request ke Bapak Mertua u/ membuatkan …. meja khusus kerja! Hehe. Seperti ini jadinya :

Kejar Setoran by Remote Work
Kejar Setoran by Remote Work

Yang sesederhana meja khusus spt itu penting lho. Ga mesti khusus beli di mebel. Bapak aja buatnya pakai kayu.. apa deh, masih kasar. Tapi sama istri dikasih taplak, jadinya bs asyik kerjanya. Coba kalau ga diatur gini, waduh, saya bisa terlunta2 direcoki para ponakan yang gawat2 kalau dah main kejar-kejaran 😀

Dan, ekspektasi saya agar bs bekerja di saat mudik cukup terpenuhi dengan baik. Tidak bisa bener2 100% memenuhi target kuota pada hari tertentu, namun saya tetep bisa memenuhi kuota di hari sebelumnya, pada hari sesudahnya. Sinyal telkomsel juga mendukung sekali, meskipun masih taraf sinyal EDGE. But, it really works! Justru disini saya berkesempatan bekerja secara penuh di Linux Ubuntu 12.0.4 LTS. Why? Karena Windows baru juga sekali dipasang fl;ashdisk, langsung kena virus. Hadeeeeuh

Lebaran di Subang ini, jelas berbeda dengan di Denpasar. Ada takbir keliling. Bisa full jaga tarawih setiap malam. Dan lain sebagainya. Di Bali? Ampun-ampunan deh. Jauh dari masjid, ga ada suara takbir. Jadi, malam takbiran anak dan istri komentar, “Kok sepi?”. Hehe. Di Bali gitu loh. Tapi kalau di Subang sini, malamnya ada takbir keliling, dengan beragam beduk keliling yang lucu2. Kalau dipadankan dengan di Bali, yah, seperti Pangerupukan di malam sebelum nyepi deh :p

Rangkaian acara lebaran ditutup dengan silaturahim Keluarga Besar Mbah Wasbun, almarhum bapak dari almarhum ibunya istri saya. Saya suka sekali! Karena saya sendiri baik dari pihak ayah atau Ibu, tidak pny tradisi ini. Jadi, memiliki tradisi silaturahim keliling tahunan ini, bagi saya sangat bermakna. Kerabat datang dari Pemalang, Tasik, Purbalingga dan (tentunya) Jogja. Yang menarik, tahun depan, 2014, tempat silaturahim akan diarahkan ke .. Jogja! Tempat kami. Wah, jadi semangat mau selesaikan rumah dan berencana u/ menyusun acara silaturahim yang lebih menarik. Amin amin amin

Akhir kata, “SELAMAT MERAYAKAN LEBARAN IDUL FITRI 2013M. MAAF LAHIR BATHIN”

– Eko&Ela, juga beserta Al-Fath&Al-Kahf :p

Advertisements

Libur Lebaran Bali 2012

image

Alhamdulillah…
Setelah kami menikah kurang lebih enam tahun, barulah kami dapat berkesempatan mengunjungi Bali dan mengajak istri mengunjungi keluarga di Bali. Ayah Ibu dari Bali sering datang ke Jogja, namun kami yang belum berkesempatan. Kendala pekerjaan dan dana, adalah dua faktor yang menyebabkan rencana mengunjungi Bali, tidak bisa dijalankan. Sekiranya saya masih mahasiswa dulu, ke Bali mudah saja : Hop, naik bis malam, dan 20jam kemudian sampailah. Namun saya tidak mau anak istri merasakan lelahnya menaiki bis malam Jogja-Denpasar tersebut. Akibatnya, mereka jadi harus menunggu sampai dana untuk Jogja – Denpasar dengan menggunakan pesawat terbang tersedia. Pekerjaan sebagai konsultan nasional di proyek UNREDD milik FAO memudahkan itu semua. Alhamdulillah…

 

Rencana tersebut juga mendadak saja. Sebelumnya saya tidak berpikir akan bisa mengunjungi Bali pada lebaran kali ini. Saat di BPKH Palu untuk keperluan training aplikasi, tiba-tiba saja ide tersebut muncul (atau diilhamkan Allah, jika menggunakan perspektif religius..). Dan, saya serahkan urusan ticketing ke adik saya yang mengelola apartemen Jayakarta di Bali.

 

Perjalanan ke Bali dimulai dari Jakarta, karena sebelumnya Ela dan anak-anak berada di kampung Subang, mertua saya. Karena saya paranoid kalau sampai terlewat pesawat, maka kami sudah ada di bandara Soetta mulai jam 3.30 sore, dimana pesawat baru berangkat jam 20.40 (yah, selain itu saya juga lupa kalau tanggal 17 sudah libur, sehingga seharian itu saya enggak berangkat ngantor).

Jadwal Keberangkatan

Tapi, dengan anak-anak, menunggu di Bandara menjadi pengalaman yang mengasyikkan : berputar-putar dan melihat antusiasme Al-Fath dan Al-Kahfi, merupakan keindahan yang tak terlukiskan.

Dengan anak-anak di Soetta

Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam 50 menit. Antusias Al-Fath saat pesawat akan takeoff sangat menyenangkan untuk dilihat. Puas rasanya melihat hal tersebut… 🙂 Sayang karena penerbangan malam, pemandangan laut dan awan tidak bisa dinikmati, walhasil sebelum sampai Bali, Al-Fath sudah tertidur..

 

Namun, sebagai gantinya, Al-Kahf yang terbanung saat pesawat sudah landing : dan lagi-lagi antusiasme Al-Kahf melihat pesawat yang besar dengan mesin yang menderu, sungguh2 indah untuk dikenang…

Di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, saya justru yang merasa asing. Saat supir taksi yang akan mengantar dan berkata, “Tunggu disini ya Pak, saya ambil taksi dulu”, dengan logat T yang khas warga Bali, barulah saya tersadar, “I am back, home…”

 

insya Allah continued… wandering around in Bali with Ela and The Kidz..