Ultah Kahfi ke-5, Ultah Senzala ke-16, One-Month Trial@SaleStockIndonesia dan Project Lead Jogja Hackathon Merdeka 2.0

In chronological order, this post summarized all four events happened in my life!

Ultah Senzala ke-16! Semangat dan melepas semua beban, untuk berbaur dalam alunan ritmis berimbau!

A post shared by Eko S Wibowo (@swdev) on

One month trial in this amazing startup with fast growth!

A post shared by Eko S Wibowo (@swdev) on

Hackathon Merdeka 2.0!

A post shared by Eko S Wibowo (@swdev) on

Totally amazing and challenging life!

Advertisements

Refleksi 36 Tahun di 2015: sum-up and possible improvement for the next one year!

Alhamdulillah, that’s all actually!

Bertiga sama anak2 💕.

A post shared by Eko S Wibowo (@swdev) on

Ada empat aspek kehidupan yang sudah semakin dipahami dan konsisten dalam implementasi 24/7-nya. Berikut adalah ringkasan dari tujuan, kondisi saat ini dan kemungkinan pengembangan kedepannya. Catatan penting, sebagai seorang anak/ayah/suami, keempat aspek ini tidak pernah dilakukan bersendiri: selalu dilakukan bersama-sama dengan istri dan anak2. Keluarga.

  1. [Religious] : Stay in Allah’s love
    Current: Sholat berjama’ah 5 waktu di masjid, dzikir khafi, puasa di bulan Ramadhan, Dzakat/Infaq/Sedekah dan Haji
    Possible improvement: Sholat tahajjud, ODOJ
  2. [Coding]: Stay perfected my coding skills and passion
    Current: oDesk Fulltime employee with stable and modest weekly income. This is a notable improvement!
    Possible improvement: build agency
  3. [Capoeira]: Enjoy life through Capoeira way of live!
    Current: biweekly exercises, gym
    Possible improvement: daily practice, master atabaque and its songs
  4. [Social contribution]: give back something to the world, as the world have already gave whole lots of lemonade to me
    Current: None :(. Well, sharing motivations in social media probably
    Possible improvement: oDesk book, coderdojo.id, code4nations and laporpresiden.org

Karena bertepatan dengan regular bukber Capoeira Senzala Jogja, maka sekalian dihost di Pondok Bebakaran, utara terminal Giwangan

Great!

Let’s improve it!

Refleksi Usia 35 Tahun di 2014

Image

So… 

Alhamdulillah mencapai usia 40 tahun, minus 5 tahun. Kenapa 40 tahun saya sebutin dulu? Karena usia 40 tahun itu sesuatu yang istimewa di Qur’an http://quran.com/46/15 “And We have enjoined upon man, to his parents, good treatment. His mother carried him with hardship and gave birth to him with hardship, and his gestation and weaning [period] is thirty months. [He grows] until, when he reaches maturity and reaches [the age of] forty years, he says, “My Lord, enable me to be grateful for Your favor which You have bestowed upon me and upon my parents and to work righteousness of which You will approve and make righteous for me my offspring. Indeed, I have repented to You, and indeed, I am of the Muslims.”

Kutip: “Menurut para pakar tafsir, usia 40 tahun disebut tersendiri pada ayat ini, karena pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosional, karya, maupun spiritualnya. Orang yang berusia 40 tahun benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan beralih menapaki usia dewasa penuh. Apa yang dialami pada usia ini sifatnya stabil, mapan, kokoh. Perilaku di usia ini karenanya akan menjadi ukuran manusia pada usia-usia berikutnya.”

Well, itu artinya sampai 5 tahun kedepan, saya masih pantes dipanggil dengan sebutan “Mas”… cc Luqman EvermoreEdwin Sumoaji (awaaaas)  (Pembenaran Level over 90000!)

Istri dan anak2 masih di perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta. Karena saya masih belum punya laptop (gara2 kecurian kemarin duluuu itu), walhasil saya ga bs ikutan mereka liburan. Namun ada banyak manfaat yang bisa saya renungi dari di rumah sekitar 2mingguan ini: yaitu istri dan anak-anak memang sejatinya yang memberikan landasan saya u/ bergairah dalam hidup dan semangat dalam menjalaninya.

Saya tahu, ada pria yg ga butuh keluarga u/ berprestasi dan berkarya. Mereka sepertinya bisa meraih banyak hal dalam hidup yang solitude spt itu. Namun saya tidak demikian. Saya ga terlalu bisa bersemangat dalam hidup dan berkehidupan (karena kalau sekedar hidup, sapi aja hidup) dalam kehidupan tanpa pendamping dan keturunan. Sebagai contoh ringan saja, selama kuliah 5 tahun di Yogya, saya belum pernah pengin jalan-jalan ke Parangtritis, Malioboro, Kaliurang, dsb dsb. Males. Juga latihan beladiri. Saat dulu mahasiswa, yang seharusnya saya bisa punya banyak waktu luang u/ menekuni beladiri, saya malah ogah. Mau tau kapan saya mulai latihan Capoeira? Setelah ada Al-Kahfi. Niatannya? Agar Kahfi dari kecil terdidik u/ aktif dalam beladiri dengan melihat ayahnya latihan setiap hari.

Itu inti semangat saya: istri dan anak-anak.
Terimakasih buat kalian! 

PS : So, kawanz2, boleh manggil saya “Pak” setelah 5 tahun lewat 1 detik lagi ya… 

Resolution of 2014 in One Picture : iPod

Resolution of 2014 in One Picture : iPod

This is a deep thought (lol) : I realize now that I don’t need to always stay online. I just need the occasional book reading, Quran recitation and use a gadget to test my forthcoming iOS game/app. This means, an iPod Touch 5 suits me well.

It may only a gadget, but this means that :
1. I have finished all my obligation
2. I have mastered Cocos2d-x game development
3. I have develop a solid way of work in my oDesk career

And that’s why a single picture says it all 😉
Happy New Year everybody!

Refleksi Diri Usia 34 tahun di 2013

Freedom to explore anything beyond just working 9am-5pm
Freedom to explore anything beyond just working 9am-5pm

Hitungannya gampang : 2013 – 1979. Alhamdulillah, masih diberi usia.Tapi itu artinya, separuh usia yang lalu, saya 17 tahun. Dan, di usia tersebut, saya justru menolak menekuni berbagai skill yang mengolah tubuh, entah itu murni olahraga atau beladiri. Di usia tersebut, saya terlalu fokus ke komputer. Dan juga kelas unggulan SMA yang ngalah-ngalahin jam kerja kantoran : pulang jam 5 sore. Gileeee…. (kalau inget, jadi sebel juga sama kepala sekolah jaman itu. hhhh…)

Haha, namun mengingat itu, di usia yang dua kali usia saat itu, saya justru melakukan semuanya dalam kebalikan (sesuai juga dengan foto ini) :

  1. Kerja full di rumah. 8 jam/hari, namun bebas u/ mengatur waktunya.
  2. Meluangkan waktu 4x seminggu u/ mempelajari salah satu skill pengolahan tubuh : Capoeira

Aah, jadi itu.. Maksudnya, jika jaman SMA dulu saya memilih main-main dan bukannya serius mempelajari komputer dan pemrogramannya, mungkin saat ini saya akan berada pada posisi yang tidak bisa bebas “main-main”. Akan terpaksa terpaku pada rutinitas pekerja kantor (mungkin itu cocok bagi Anda, namun jelas tidak bagi saya. Semangat saya akan hilang entah kemana..)

Everything happen for a reason 😉